Bukan masalah apalagi salah.

“Jadi, gimana?” sasar Raja langsung kepada Sena yang baru saja sampai ke dalam kelas. Bahkan mendaratkan duduk di atas kursi kebanggaannya saja belum, tapi Raja sudah sepenasaran itu.

“Gak ada.” jawab Sena sekenanya.

Raja mengernyit, ini aneh kalau gak ada kenapa-kenapa. Alasan penting apa yang membuat Maam Sasa repot memanggil Sena ke sekretariat OSIS.

“Dibilangin gak ada apa-apa!”

“Tapi kenapa sampe dipanggil ke sekret, bahlul!”

“Minta tolong doang.”

“Tolong apaan?” tanya Raja lagi masih penasaran. “Kalau ada masalah baru lagi dari pihak OSIS, kabarin gue lah, gue pasti bantu lo kok.”

“Aman, anak OSIS cuma minta kejelasan Magic doang, bakalan manggung pensi ntar atau nggak.”

“Oh.” Raja mengangguk dan rasa penasarannya sirna seketika.

Sena mendecak pelan. “Kan udah gue bilang, bukan masalah apalagi salah.”

“Iya!” seru Raja dan keduanya kemudian hanyut dalam dunia masing-masing. Tentu saja dunia yang dimaksud adalah handphone, Sena asyik membuka linimasa aplikasi twitter sedangkan Raja kembali hanyut dalam alunan lagu yang terputar.

“Oh, iya Ja!” panggil Sena tiba-tiba sambil sekali menepuk lengan kanan teman sebangkunya itu.

“Hm.” jawab Raja malas karena masih mendengarkan lagu.

“Gue udah bilang Kaisan kita gak latihan band dulu malam ini.”

“Bagus.”

“Alasannya karena nenek lo sakit.”

Raja terbelalak, “Nenek gue udah meninggal, nyet!”

Sena terkekeh kecil, alasan yang ia katakan tadi hanya bercanda. “Bercanda! Gue bilang alasannya karena kita reading pertama buat drama musikal.”

“Ya atur.” tanpa memerdulikan Sena yang masih terkekeh, Raja lanjut mendengarkan lagu yang ia hentikan tadi. Satu lagu dari Ardhito Pramono, berjudul Bittersweet yang menemani Raja sekarang.

“Kaisan nyusul katanya.”

“Kemana?” tanya Raja lagi walaupun fokusnya hanya ke handphone.

“GSG.”

“Lah buat apa?”

“Pan solid kita, kumpul semua walaupun gak ngeband.”

“Solad-solid. Muka lo gak jelas.”

“Kok ngamuk, Ja?”

Raja tidak menghiraukan Sena, dibesarkannya volume lagu yang ia dengarkan dengan headset karena malas meladeni Sena.

Sedangkan Sena masih saja usil mengajak Raja ngobrol, walaupun sang Raja sengaja mengabaikan.