TODAY IS MAGIC
Suara gemuruh riuh penonton diluar lapangan sana kini semakin memanas. Panasnya bukan hanya dirasakan oleh euphoria yang diciptakan, rupanya yang punya jadwal tampil setelah ini dalam dadanya ikut panas bukan main. Biasa, ini pertama kali Magic tampil sebagai band full anggota setelah satu tahun meliburkan diri dulu dengan alasan jarak antara anggota yang jauh itu.
Raja yang sejak tadi asyik bersenandung sengaja mengalihkan kenyataan kini menjadi yang paling panik. Takut kalau-kalau ada suara yang crack nanti atau fals pas lagi yahut-yahutnya bernyanyi. Berbeda dengan Kaisan yang sejak pagi memang sudah mengomel karena lupa bawa kameranya yang baru padahal sudah siap untuk konten YouTube dibalik panggung pensi hari ini. Jadilah akhirnya sejak tadi rekam-rekam kejadian dibelakang panggung menggunakan handphone yang lupa di charge.
Dua kakak kuliah yang dulunya senior Magic, siapa lagi kalau bukan Bima dan Keno sekarang malah menjadi yang paling anteng meski sudah lama juga tidak tampil sebagai Magic lagi. Penantian panjang sebagai Mahasiswa Baru pun datang, hari ini mereka akan lupa status itu dulu dan memakai gelar yang sangat mereka sukai 'anak band yang banyak penggemarnya.' Sebenarnya sih, ini berdua memang banyak yang gemar tapi berbeda rasanya dengan penggemar dari band Magic. Lebih hidup rasanya.
Sedangkan Antasena memilih untuk menyamankan dirinya dengan memeluk si ganteng, gitar elektrik berwarna hijau kado ulang tahunnya yang ke-17 dari Ayah bulan Maret kemarin. Ada Aruna disampingnya yang ternyata dibawa juga ke dunia Sena, meskipun tidak ikut bersenandung tapi Aruna menikmati penampilan singkat Sena. Seruan agar Sena manggung nanti tetap semangat telah Aruna berikan sejak tadi dan jangan ditanya sudah pasti Sena semangatnya sekarang ditingkat yang paling atas dekat langit ketujuh kalau Aruna alasannya.
“Kak, Magic main 7 menit lagi. Siap-siap ya, Kak!” Adik kelas yang apabila dilihat dari nametag kepanitiannya adalah Bunga masuk begitu saja sambil mengarahkan anggota Magic untuk bersiap-siap. Karena waktu 7 menit lagi itu sudah tidak lama lagi.
“Dek, gue titip Aruna ya, bawa ke dalam pagar bagian Panitia jaga. Jangan dibagian peserta nanti kena dorong dia.” ini Sena yang tiba-tiba menitipkan Arunanya ke Bunga. Sebenarnya sih sesi titip-menitip Aruna sudah dia sampaikan ke Bunga sejak kemarin, tapi sekarang adalah waktunya tampil jadi harus direalisasikan sekarang juga.
“Oke, siap Kak.”
“Nanti Nicky gimana? Dia kan ikut dibarisan peserta.”
“Udah, itu urusan Kaisan, nanti Nicky yang nyusulin Aruna ke bagian panitia. Aman ya Aruna tinggal beres aja.”
“Yuk, kak.”
Aruna mengangguk dan kemudian ikut mengekor Bunga yang sekarang merangkul lengan kirinya. Mata Sena masih menatap Aruna dengan senyum yang sejak tadi ada di ujung bibirnya.
“Sena semangat!” satu seruan lagi yang Aruna sampaikan sebelum akhirnya punggung cantik itu hilang dibalik pintu menuju atas panggung. Bagi Sena, ucapan semangat Aruna bukan cuma kata basa-basi saja, tapi mantra paling ampuh kalau deg-degan manggung adalah penyakitnya.
Diatas panggung, MC acara yang ditunjuk dari Selebgram lokal, sudah memandu acara sedemikian rupa agar berjalan dengan baik. Magic menunggu di ujung anak tangga sebelum pada akhirnya dipanggil ke atas panggung.
“Sekarang adalah penampilan yang paling ditunggu-tunggu, selain guest star kita! Ada yang tau siapa?” Selebgram lokal yang kalau dilihat dari followers instagram akunnya mencapai 200ribu pengikut itu memberikan suatu kode kepada peserta yang ada didepannya.
“MAGICCCC!!!!” Peserta yang katanya mencapai 1000 orang, beramai-ramai menjawab pertanyaan sang MC.
“Benar! Wah ini beneran kangen kayaknya ya. Ya udah gak usah pake lama lagi kita sambut, MAGIC!”
Sorak peserta pensi Bakti Pertiwi kini semakin meledak setelah Keno yang pertama naik ke atas panggung dengan menggendong bass hitam miliknya, disusul Bima dengan stick drum yang ikut menyapa penonton pagi ini. Sena, Raja dan Kaisan menjadi yang terakhir naik dan langsung mengisi bagian diposisi masing-masing.
Hari ini tema mereka adalah Putih-Blue Jeans, Bima yang punya ide soal dresscode karena hari ini adalah hari tabur power maka atasan baju yang paling benar adalah yang berwarna putih.
“Pagi semuanya.” sapa Raja pelan sekalian test sound dari mic yang ia gunakan.
“PAGEEEE!!!!” Jawab penonton penampilan Magic yang sudah sangat antusias. Kali ini euphoria-nya benar-benar gila padahal satu lagu belum Magic mulai.
“Waduh semangat bener ya rupanya.” Ledek Keno ke penonton menggunakan mic yang ada didepannya. Karena posis di Magic, selain Raja sebagai vokalis utama, keempat member yang lain juga menjadi backing vokal. Maka dari itu di depan seluruh anggota Magic terdapat microphone dan stand micnya.
“Mau dimulai gak nih?” tanya Kaisan ikut menggoda padahal Bima sejak tadi sudah tidak sabar menggebuk snare drum yang ada dalam kuasanya.
“MULAIIIII!!!”
“LAMAAA WAKTU BERJALAN INII!”
“KANGEN MAGIC! BURUAN MAIN!”
“GUE BALIK NIH KALAU LAMA!”
“GAK JADIII! GAK MAU PULANG SEBELUM MAGIC TAMPIL!”
Penonton Magic pagi ini ganas-ganas kalau kata Bima, pada gak sabaran dan yang pasti teriakan ini yang paling mereka rindukan.
“Sabar, ini kita lagi check sound woy!” protes Bima yang bersuara melalui mic yang terpasang di drumnya. “Lo semua sekarang mending siapin handphone-nya siap-siap rekam kita ya. Karena setelah ini, Magic lama manggung lagi. Apalagi ini tiga krucil udah lulus tahun depan. Simpan kenangan paling baik kalian dengan kami, lu pada kan sering lupa ingatan setidaknya punya memori di handphone! Share story di instagram biar makin hits!”
“IYA BIMA LO BURUAN DUDUK ANJIR, UDAH GAK SABAR GUE!!!”
Seluruh anggota band tertawa tatkala ucapan dari salah satu penonton yang ganas itu. Yang ada didepan mereka sekarang adalah lautan manusia dengan kaos putih yang dibeli dari tiket pensi Bakti Pertiwi. Para penonton kini bukannya tidak sabar ditabur powder oleh panitia, malah tidak sabar jamming bersama Magic.
“Lagu pertama kita ada yang tau?” tanya Sena setelah semuanya benar-benar siap memulai pertunjukkan pertama.
“GHOSTINGG!!!”
Jawaban penonton kompak menjawab satu lagu milik mereka yang sangat terkenal dikalangan muda-mudi itu, apalagi di Bakti Pertiwi sendiri lagu itu adalah andalan Magic kalau sedang iseng latihan di rumus, ruang musik.
“Benar! Sekarang dimulai lagu pertama dari Magic, Ghosting!”
Raja mengangkat jempolnya ke langit menandakan agar Bima sudah bisa memulai permainan drumnya sebagai awal dari penampilan mereka. Di susul Sena yang sangat apik dan lihay memainkan melodi gitar yang ia kuasai.
Merinding sudah pasti menjadi respon pertama penonton sebelum pada akhirnya berteriak kegirangan.
“Lagu ghosting, ini kita bawain untuk lo semua korban ghosting.” Sekarang Kaisan yang meledek, niatnya sih untuk penonton yang lain tapi tidak tau kenapa matanya malah menuju ke Nicky yang berada di barisan paling depan dekat panitia dan Aruna.
[Raja & Keno] You disappeared for a moment, you disappeared Like a faint ghost, now you are gone [Raja & Kai] You disappeared for a moment, you disappeared Like a faint ghost, now you are gone [Sena] Second floors of Gelael was a good place for us, I wander alone all the time I’m like a ghost [Kai] Like a ghost
[Raja & Bima] Messages filled with square screens We were Gelael’s buddy, didn’t we? Oh baby, I really, don’t get it
[Raja & Keno] Something is strange for me It’s been a week already The only, number, greets me, just 88
[Raja] Look at me now, a lonely window on the right side vaguely raise my eyes They’re roll around through my story I’m getting more and more anxious [Sena] All day All day All day All day
[Raja & Sena] You disappeared for a moment, you disappeared Like a faint ghost, now you are gone [Sena] I ask it in the empty void, what am I supposed to do?
[Raja & Kai] You disappeared for a moment, you disappeared Like a faint ghost, now you are gone [Sena] Second floors of Gelael was a good place for us, I wander alone all the time [Kai] I’m like a ghost
[Raja & Keno] Looking blankly at your new post There are your pictures with the hashtag “TheSkyisBeautifulToday” [Raja & Kai] I can’t believe it, I already know now That you have logged out of my world, baby
[Raja & Bima] Stay up all night again for today like a zombie I’m looking for a signs of a breakup in our conversations [Raja] I don’t know it yet [Sena] All day All day All day All day
[Raja & Sena] You disappeared for a moment, you disappeared Like a faint ghost, now you are gone [Sena] I ask it in the empty void, what am I supposed to do?
[Raja & Kai] You disappeared for a moment, you disappeared Like a faint ghost, now you are gone [Sena] Second floors of Gelael was a good place for us, I wander alone all the time [Kai] I’m like a ghost
[Raja & Kai] Actually, I know, “no answer” is the answer [Raja & Sena] I don’t get used to it, now I’m being alone
[Raja & Keno] Just like us in the old picture We have to go back again [Sena] I’m still here ([Kai] I’m still here) I’m still here ([Kai] I’m still here)
[Raja & Bima] You disappeared for a moment, you disappeared Like a faint ghost, now you are gone [Bima] I ask it in the empty void, what am I supposed to do?
[Raja & Sena] You disappeared for a moment, you disappeared Like a faint ghost, now you are gone [Keno] Second floors of Gelael was a good place for us, I wander alone all the time [Kai] I’m like a ghost
Lagu pertama selesai. Yang seharusnya lagu memiliki makna dan pesan menyentuh hati yang sedih kini berubah menjadi lagu yang asyik dibawa lompat-lompat. Meskipun penonton ikut bernyanyi sambil ambyar, tapi gak tau kenapa jamming pagi ini jadi kontes adu nasib. Galau pisan etah mah ya.
“Lanjut lagu kedua?” tanya Raja sekali lagi.
“LANJOOOTTTTTT!!!”
“Oke, lagu kedua kita adalah Cat and Dog!” Sorak penonton semakin menjadi-jadi, pasalnya lagu ini sangat cocok untuk dinyanyikan dalam situasi yang menyenangkan seperti sekarang.
“SUKA GUE NIH KALAU BEGINII LAGUNYAA!!”
“MAINKAN AKANG SENAAA!!”
Lagu kedua dimulai dengan Sena yang memainkan melodi gitar sesuai dengan intro yang penonton sukai. Kemudian disusul oleh Kaisan dengan instrumen keyboardnya yang sangat rapih. Penonton dibuat semakin menggila ketika Bima memulai atraksinya dengan drum dan disusul Keno juga bass-nya.
[Raja & Kai] Turn me from a Cat to a Dog Now, I want you to take me on a walk [Raja & Keno] Watch me be the loyalest of all Okay, baby, here’s the leash [Penonton] BRR BRR BRR
[Raja & Sena] I don’t wanna be just friends It’s no coincidence, it’s kitty-incidence They be testing out your patience, but I’m here for it Girl, I’m promise (Girl, I’m promise) So get used to it
[Raja & Bima] Ain’t no stopping me when you walk it Got me acting up all crazy, lemme be your pet Baby make a lil’ room, let me get next to ya I was messin’ (I was messin’) Now I’m thanking ya I learn my lesson [Penonton] BRR BRR BRR
[Raja & Kai] Baby baby you give me a halo [Penonton] YEAH YEAH YEAH YEAH [Raja & Kai] I was far from cute before Now I’m an angel [Penonton] YEAH YEAH YEAH YEAH
[Raja & Sena] So make room for me I hope you don’t let go [Penonton] YEAH YEAH YEAH YEAH [Raja & Sena] Cause I’ve been such a good boy I hope you don’t say no [Penonton] MEOOWWWW
[Raja & Keno] (But) Oh my god, what is this new emotion? (You) Now I’m such a puppy when you hold me (You) Feed me love, it’s perfect and you know it Follow you in circles and no that is not a joke, babe
[Penonton] OOOHHH OHHHH [Raja] I’ll walk over the obstacles And be there til’ the bitter end [Penonton] OOOHHH OHHHH [Raja] I just hope you undestand [Penonton] BRR BRR BRR
[Raja & Sena] I don’t wanna be just friends It’s no coincidence, it’s kitty-incidence They be testing out your patience, but I’m here for it Girl, I’m promise (Girl, I’m promise) So get used to it
[Raja & Bima] Ain’t no stopping me when you walk it Got me acting up all crazy, lemme be your pet Baby make a lil’ room, let me get next to ya I was messin’ (I was messin’) Now I’m thanking ya I learn my lesson [Penonton] BRR BRR BRR
[Raja & Keno] Let’s play forever I just wanna be your dog [Penonton] GUK GUK GUK GUUKKK
[Raja & Kai] I just wanna be your dog [Penonton] GUK GUK GUK GUUKKK
[Raja & Sena] Let’s play forever I just wanna be your dog [Penonton] GUK GUK GUK GUUKKK
[Raja & Bima] I just wanna be your dog [Penonton] GUK GUK GUK GUUKKK
[Raja & Penonton] MEOWW
Lagu kedua selesai. Dijamin sekarang penonton sudah luar biasa haus karena ikut menggonggong dan mengeong sesuai lagu yang Magic bawakan. Tapi gak apa, karena serunya bukan main. Jadi walaupun lelah dan haus langsung sirna begitu saja. “Wah, kalian semua jadi binatang ya?” lagi-lagi Sena meledek penonton yang sangat antusias dihadapannya itu. Dari raut wajah mereka sangat senang dengan pertunjukkan Magic.
“Oke, lagu terakhir Magic untuk hari ini.” Kata Raja cepat ketika sudah meneguk habis satu botol aqua yang panitia berikan.
“MINUM AJA GANTENG ANJIIINGGGGGG!!” Jerit salah satu penonton bereaksi kepada Raja.
“Siapa anjing?” tanya Raja.
“GUE ANJINGNYAA!!!” Jawab penonton yang tadi.
Gelak tawa diikuti semuaorang yang ada disana tanpa terkecuali panitia dan polisi penjaga keamanan sekitar. Selagi Magic beristirahat selama beberapa menit, panitia sudah berbaris di anak tangga nomor 3 sisi kanan dan kiri penonton pensi sekaligus peserta jalan sehat pagi ini. Terhitung ada 22 panitia yang masing-masing memegang powder bom ditangannya, di lagu terakhir yang Magic bawakan para peserta belum dibolehkan menabur powdernya sendiri karena rundown sekarang adalah bagian panitia yang menembakkan powder.
“Yuk lanjuttt~” Bima memberi aba-aba dengan menggebrak drumnya sebagai tanda lagu ketiga dimulai.
“ANJIRRR INI LAGU MAGIC!!”
[Raja & Bima] Remember how I used to be so Stuck in one place, so cold? Feeling like my heart just froze Nowhere to go with no one, nobody
[Raja] Suddenly, you came through Making me make a move Nobody got it like you I can't look away, I can't ‘cause baby
[Raja & Kai] 'Cause baby, you're a real one, real one Teaching me to feel something so strong (strong)
[Sena] We could reach out and grab it [Raja & Keno] Oh, it's just like magic Feeling your touch, oh, it's a rush No one else has it It's just like magic (just like magic) Oh, it's just like magic Holding me tight, giving me life
[Sena]Oh-oh, it's magic (magic) [Kai] Oh-oh, it's magic (oh, it's just like magic) [Bima] Oh-oh, it's magic, oh-oh, it's magic [Raja] (Just like magic) Oh-oh, it's magic Magic [Raja & Kai] Used to be so afraid Afraid of all the games we played Waited around all day Nowhere to go with no one, nobody
[Raja & Bima] Hoping someone would save me 'Til you called out my name Something in me just changed Got me awake, got me [Raja & Keno] Baby, you're a real one, real one Teaching me to feel something so strong (strong)
[Sena] We could reach out and grab it [Raja & Sena] Oh, it's just like magic Feeling your touch, oh, it's a rush No one else has it It's just like magic (just like magic)
[Raja & Keno] Oh, it's just like magic Holding me tight, giving me life Oh-oh, it's magic (magic) Oh-oh, it's magic (oh, it's just like magic)
“SEMUANYA ANGKAT TANGAN DI ATAS.” Perintah Bima dan semua penonton ikut mengangkat tangannya.
Satu Dua Tiga
Panitia langsung menembakkan powder bom ke langit dan tepat di atas kepala para penonton yang sejak tadi lompat-lompatan. Suasana menjadi sangat menyenangkan dan heboh ketika powder jatuh di tubuh mereka.
[All member] Everybody, clap your hands (no, no, no) If you've got a broken heart, just take a chance (oh, oh, no, no, no) I say everybody, clap your hands If you've got a broken heart, just take a chance (magic, magic) Everybody, clap your hands If you've got a broken heart, just take a chance (chance)
Dan musik yang Magic bawakan berhenti, digantikan dengan tepukan tangan yang seirama. Semua penonton ikut menepuk kedua tangan mereka meskipun powder warna-warni berterbangan dari tadi disekitarnya.
[All member] I say everybody, clap your hands If you've got a broken heart, just take a chance (ooh) I say everybody, clap your hands If you've got a broken heart, just take a chance (chance) I say everybody, clap your hands If you've got a broken heart, just take a chance, say
Penonton semakin kegirangan ketika Magic mulai memainkan kembali melodi lagu yang mereka punya. Hari ini benar-benar pecah suasananya karena siapa lagi kalau bukan Magic!
[All member] Oh, it's just like magic (just like magic, yeah, eh) Feeling your touch, oh, it's a rush No one else has it It's just like magic (just like magic) Oh, it's just like magic (just like magic) Holding me tight, giving me life (oh) Oh-oh, it's magic (magic) Oh-oh, it's magic (oh, it's just like magic) Everybody, clap your hands If you've got a broken heart, just take a chance, say I say everybody, clap your hands If you've got a broken heart, just take a chance, say (magic)
Lagu ketiga selesai. Bom powder yang panitia tembakkan juga sudah habis. Penonton lelah tapi bahagianya juga ada. Benar-benar luar biasa Magic!
“UUWWOOWWWW”
“KEREN BANGET ANJINGGGGG!”
“PECAH SEMUANYA PECAAHHHH.”
“THANKYOU MAGIC SEE YOU NEXT TIME!!”
Satu persatu penonton mengirimkan ucapan dari rasa terimakasihnya kepada Magic, yang walaupun sudah segala rupa memakai dresscode tetapi tidak ada satupun member yang terkena powder. Baju putih mereka tetap bersih dan tidak kotor sedikitpun.
“Kalian semua gelo.” Tunjuk Sena ke arah penonton di depannya.
“Muka lo pada cemong!!! Ngaca dulu ngacaaa.” Ledek Kaisan lagi dan lagi.
“BODO AMAT CEMONG YANG PENTING HAPPY!” suara penonton yang satu itu Sena hapal ternyata benar, itu adalah teman satu kelasnya yang bernama Furqon.
“Lo paling jelek Fur!” tunjuk Sena langsung ke Furqon langsung sambil tertawa menang.
“GUE LEMPAR POWDER TERUS LO BENGEK GAK TANGGUNG JAWAB YA GUE SEN.” Balas Furqon meledek Sena.
“Sialan lo.”
Maka setelah sesi saling ejek teman satu kelas itu, Magic turun dari atas panggung sedangkan panitia yang lain sedang mengejar waktu 10 menit untuk membagikan powder kepada seluruh peserta untuk tabur powdernya sendiri-sendiri.
Sena yang seharusnya turun lewat tangga samping panggung malah memutar ke depan panggung, menjemput Arunanya yang masih terbawa euphoria Magic tadi.
“Sena keren, gak?”
“Selalu keren.” Jawab Aruna dengan sangat bangga.
“Yuk, pulang.” Ajak Sena kemudian meraih pergelangan tangan kanan Aruna.
Ada dua hal yang Sena ingin genggam untuk selamanya. Pertama adalah si ganteng, gitar kebanggaannya dan juga Aruna yang satu tiada duanya ini.