ulang tahun Kita

Tempat perayaan ulang tahun idola Agrna ini namanya Hometown. Cukup terkenal dikalangan anak muda sekarang, wajar kalau banyak yang kesini walaupun bukan malam minggu. Suasana yang tercipta disini sangat luar biasa apik, suhu ruangan terasa nyaman dengan banyak dipasangkan penyejuk udara, desain interior yang sangat memanjakan mata dan tata letak furniture-nya juga sangat pas. Selain itu, nilai plus dari tempat ini adalah selera musik yang diputarkan sangatlah bagus, genrenya Jazz. Alunan dari melodi yang tercipta spontan membuat siapa saja yang sedang menikmati hidangan terasa puas dan senang.

Sekarang kalau bisa kita hitung sesuai dengan jam yang melingkar di pergelangan tangan kanannya, mungkin sudah 27 menit Mark menunggu kehadiran Agrna sendiri. Jadi malah lo yang telat, Ra. Padahal tadi, cewek itu sudah wanti-wanti agar tidak telat datang tapi nyatanya yang punya syarat yang entah ada dimana. Mark duduk dengan rapi dan setia meskipun sejak tadi belum pesan apa-apa, padahal kalau menunggu sambil ditemani satu gelas es jeruk manis pasti rasanya akan lebih baik.

“MARK SORRY GUE TELAT!” Agrna dengan nafas menderu seketika membuat Mark kaget. “Tadi abang ngide banget lewat sudirman, macet parah malam minggu gini.”

Penampilan Agrna luar biasa indah. Hal ini mungkin menjadi pertama kali bagi Mark untuk melihat Agrna dibalut dress hitam dan dipasangkan sepatu converse warna senada. Rambut panjangnya dibiarkan terurai sembarang walaupun ada jepit rambut yang digantung di tasnya. Dari penilaian Mark sendiri, nilai untuk Agrna sekarang ada di angka 100 karena cantiknya itu tiada tanding. Bahkan lukisan wanita anggun dari kerajaan Inggris di tahun 80-an yang ada dibelakangnya itu terasa sia-sia untuk dipajang.

“Gak apa-apa, Ra, lo cuma telat 30 menit.”

Agrna tertawa karena tau kalau Mark cuma bercanda. Sok mencoba sarkas walaupun fine-fine saja daritadi menunggui Agrnanya itu. Kelemahan Mark itu cuma satu, dia adalah orang selalu on time dan tidak bisa marah kalau temannya terlambat. Apalagi ini Agrna, mana bisa marah kalau pereda emosinya adalah mata teduh itu. Mata indah Agrna lebih tepatnya.

“Widih lo keren banget.” Agrna beneran memuji penampilan Mark yang casual tapi terlihat nyaman dipandang malam ini. Selain karena lucu pakaiannya sama-sama hitam, ternyata seru juga kalau pergi berpakaian rapih.

“Lo juga cantik.” jawab Mark cepat.

Agrna diam.

“Tapi pakaian lo agak ribet ya, Ra.”

“Kenapa? Gue sering kok pake dress gini. Bagus, lagian kan nanti mau foto-foto terus gue upload di sosmed biar Jae tau gue lagi rayain ulang tahun dia.” seru Agrna sembari menarik kursi untuk duduk tepat didepan Mark yang kemudian meletakkan semua barang yang ia pegang sejak tadi di atas meja. Di tangan Agrna ada handphone, satu kotak kue ulang tahun yang mereka pesan dengan desain paling sempurna, serta tas hitam kecil yang ia bawa. Mark membantu mengambil satu kotak kue tadi dari tangan Agrna yang terlihat sangat kewalahan.

“Lo lupa pulang sama gue malam ini naik motor?”

Agrna menggeleng. Nggak, tuh gadis itu tidak lupa kalau malam ini pulangnya diantar Mark menggunakan motor vespa matic hitam andalannya. Malah sudah tidak sabar menikmati angin malam diatas motor sambil menghitung bintang dan diledekin bulan. Bulan itu datang hanya untuk meledek bagi Agrna, meledek manusia yang kalau malam-malam masih ada diluar rumah, padahal kalau ada bulan itu harusnya tidur; istirahat yang banyak bukannya pergi main atau rayain ulang tahun idola.

“Ya udah, nanti lo pulang pake jas ujan aja.”

“Hah? Apa sih, ujan aja nggak. Gak usah ngide.” tunjuk Agrna ke arah luar jendela.

“Gue mana tega sih liat lo naik motor pake pakaian gitu. Mana gak bawa jaket lo ya? Beneran deh, nurut aja Ra, pake jas ujan biar aman.”

Agrna terkekeh. Ide gila macam apa itu? Malam tenang dan damai begini masa harus dilewati dengan atribut melawan hujan sih. Mark aneh tapi niatnya baik, Agrna tau kalau cowok itu sangat khawatir tapi itu terlalu berlebihan baginya.

“Gue tuh udah biasa pake dress terus pergi keliling naik motor sama abang. Dulu waktu masih sekolah juga kan pake rok, ke kampus juga gue sering pake rok kok! Lo jangan lebay kayak Papi deh, chill aja chill.”

“Ya udah urusan nanti aja deh itu, bisa kita cari solusinya. Gue beneran khawatir ya, Ra, lo jangan nganggep gue lebay. Demi lo juga ini.”

“Iya Mark, iya!”

Mark yang saat itu masih juga khawatir hanya bisa diam dan kemudian mengambil kotak kue besar yang sejak tadi ia simpan di sampingnya. Ada satu kue yang lain rupanya dan itu Mark sendiri yang pesan tanpa Agrna ketahui. Ekspresi Agrna terheran kenapa harus ada 2 kue sekarang?

“Ini apaan?”

“Kue ulang tahun.”

“Buat Jae juga? Aduh kok lo bisa seperhatian itu sih, Mark?” Agrna dengan cepat mengambil alih satu kotak kue yang ukurannya lebih besar dari yang ia belikan untuk Jae. Dibukanya kotak tersebut tanpa kata nanti, aroma butter cream yang dijamin sangat lezat itu masuk begitu saja melalui indera penciumannya. Dengan perlahan, jemari lentik itu mengeluarkan kue tersebut dan tertulis disana sebuah kalimat;

SELAMAT ULANG TAHUN KITA

Agrna tidak mengerti artinya dan langsung menoleh ke arah Mark yang malahan tersenyum sendiri.

“Jelasin.”

Mark berdeham pelan dan memajukan sedikit duduknya untuk meraih kue yang masih dipegang Agrna. “Bulan kemarin kita sama-sama ulang tahun kan, Ra? Tapi gak ada yang saling ucapin karena memang kenalannya telat, jadi gak ada momen saling kirim doa, atau ucapan selamat satu sama lain. Apalagi tiup lilin bareng, itu juga gak ada. Makanya, gue mau malam ini rayain ulang tahun kita yang telat satu bulan, sekalian juga sama ulang tahun Jae. Gak apa-apa kan?”

Mendengar ucapan Mark ternyata ampuh membuat Agrna diam seketika, saat itu juga Agrna mencoba untuk tersenyum setuju walaupun ini ide yang cukup konyol. Perayaan ulang tahun memang suatu hal yang simbolis untuk menghargai kehadiran seseorang, agar yang punya acara ulang tahun sadar masih banyak yang sayang dan perduli kepadanya selama ini.

Nah, jadi, pertanyaannya sekarang adalah kalau ulang tahunnya sudah telat satu bulan tapi masih tetap dirayakan itu tandanya apa?

“Haha gak apa-apa kok! Yuk pesen makan dulu biar abis itu kita tiup lilinnya ya?”

“Iya, Ra.”

Tandanya memang ada orang yang perduli dan sayang sama kamu walaupun ini bukan hari ulang tahunmu. Meskipun cara penyampaiannya bukan dengan kata sayang secara langsung, tapi diwakili oleh satu kue dan kehadiran sosok dia, itu sudah luar biasa maknanya.

“Mark, thanks ya.”

My pleasure, Ra.”